Field Report PKMF 1



Acara PKMF 1 diadakan pada hari Rabu tanggal 25 April 2018. Bertempat di Gedung Dewi Sartika lantai 10 di ruang 1016. Diawali dengan registrasi peserta pada pukul 16.00. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC yaitu Kak Mahbub. Setelah acara dibuka dilanjutkan denngan pembacaan tilawan oleh peserta. Barulah masuk pada materi, yang sebelumnya telah dibacakan cv nya  oleh Kak Ari selaku moderator. Pemberian materi disampaikan oleh Kak Rakha Ramadhana dengan judul “Pendidikan Kontemporer”.
Pendidikan menurut UU no 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Urgensi pendidikan diantaranya :
·         Memberi pengetahuan
·         Membangun karakter
·         Pencerah kehidupan
·         Kemajuan bangsa
Penyebab terpuruknya pendidikan diantaranya :
·         Wilayah yang luas
·         Sarana dan prasarana yang tidak memadai
·         Kurang paham pentingnya pendidikan
·         Tidak meratanya pendidikan
·         Malas
Kak Rakha mengatakan Pendidikan masa kini ialah
·         Harus memiliki prinsip BACA BACA BACA! Disbanding dengan KERJA KERJA KERJA!
·         Welcome to digital era artinya zaman dimana semua serba robot
·         E-learning atau cyber university

Isu-isu pendidikan yang sedang panas :
1.      Student loan
Merupakan pinjaman uang yang digunakan untuk membiayai pendidikan maupun kebutuhan belajar, termasuk kebutuhan hidup selama belajar. Presiden Jokowi mengatakan bahwa program ini sangat baik dan mampu membantu para pelajar yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Namun pada kenyataannya diberbagai Negara yang sudah menerapkan program ini para sarjananya lulus dengan hutang yang menumpuk. Dan harus dilunasi seumur hidup mereka hingga hutang tersebut lunas
2.      Kemendikbud
Acara nonton bareng film Dilan 1990 dan Yowes Ben

“Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia.”
 –Nelson Mandela–
Yang bertanya :
·         Maldini
Jika standar yang bersifat nasional itu dihapusan, tes macam aoa yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan siswa ?
·         Inggriani
Menurut pendapat Kak Raka, bagaimana cara agar kita sebagai calon pendidik bisa menghilangkan pikiran siswa tentang paradigma bahwa pendidikan bukan hanya sekedar nilai ?

*Jawab*
·         Untuk mengukur kemampuan ketika standar nasional itu dihapuskan bisa terjawab dengan SMK. Sekarang sudah banyak bermunculan SMK-SMK yang artinya belajar dengan lebih menjurus pada kemampuan dan minat peserta didik.
Bisa juga dengan mengimplementasikan cara pendidikan di Negara Finlandia. Sebenarnya yang tidak terlalu penting seperti ujian serentak tahunan itu yang mestinya mulai dihapus. System pendidikan tidak bisa secara langsung berubah namun harus bertahap. Tugas kitalah yang harus terus memberikan dan menyalurkan ide-ide kita solusi-solusi untuk pendidikan di Indonesia dengan cara mengikuti lomba-lomba esay ataupun karya tulis ilmiah misalnya.
·         Bisa dilakukan dengan tidak menunjukkan nilai. Karena dengan system saat ini ketika nilai ditunjukkan, kompetisi terus terjadi, dan segala cara dilakukan hanya untuk nilai yang tinggi. Padahal kemampuan setiap orang itu berbeda beda. Maka dengan tidak menunjukkan nilai, itu akan mengurangi kompetisi. Hanya cukup kita sebagai gurunya saja yang tau, kemudian kita kembangkan kembali mereka yang mungkin memang kurang dan belum mengerti. Kita perhatikan lebih. Ataupun dengan penyampaian dengan lebih halus.

Terakhir ditunjukkan video dengan latar ruang sidang dan seseorang yang menyampaikan opininya. Bahwa tekhnologi terus berkembang dengan pesat, namun pendidikan sejak dulu hingga sekarang masih tetap sama. Korbannya adalah para siswa juga guru yang hanya bisa mengikuti system yang dibuat oleh para petinggi. Akiabat pendidikan yang monoton, seperti hanya akan menghasilkan robot-robot yang hanya bisa bekerja di pabrik-pabrik secara monoton tanpa bisa berkembang.

Dari video tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, pendidikan haruslah berkembang jangan terus menerus monoton. Saat ini kita harus mulai berfikir layaknya Negara Finlandia yang pendidikannya mampu berkembang dengan pesat. Karena pendidikan mereka yang menggunakan system yang luar biasa hebat. System pendidikan yang menciptakan manusia dengan segala keunikannya, system pendidikan yang menghargai perbedaan serta menciptakan manusia bukan robot. Serta mengerti dengan jelas ungkapan Einstein yang mengatakan bahwa “Jika Ikan diajarkan bagaimana memanjat pohon, maka kau akan mengatakan bahwa ikan itu bodoh.”
Karena itu, janganlah mengajarkan ikan cara memanjat pohon. Hargailah kemampuan masing masing orang. Karena sejatinya setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dilanjutkan dengan penyerahan laporan danus dan pengembalian uang modal. Lalu pemberian penugasan dan barang bawaan. Acara ditutup oleh MC dengan membaca Hamdalah, istighfar dan shalawat.

#PKMFMIPA2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inisiatif_Aktif



Komentar